Amukan si jago merah menghanguskan bangunan mes karyawan (sebelumnya dikabarkan asrama santri) yang berkonstruksi kayu tepat pada pukul 22.01 WITA. Anggota pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 22.22 WITA dan api berhasil dipadamkan pada pukul 23.03 WITA.
Komandan Regu II, BPBD Kukar Encek Rodi Hamdani mengatakan ketika mendengar informasi kebakaran, anggotanya langsung bergerak ke TKP untuk melakukan pemadaman. Sempat kesulitan memadamkan api lantaran sumber air yang cukup sulit didapatkan, karena lokasi kebakaran jauh dari dataran rendah dan sungai.
"Kami sudah melaksanakan tugas sesuai dengan SOP kami, hanya tiga menit sampai ke lokasi karena letak kantor kami cukup dekat ke TKP. Kebakaran jam 10 lah kurang lebih, pemadaman sekitar setengah jam tadi, karena memang kendalanya kita di air tadi," kata Rodi kepada korankaltim.com.
Rodi menyebutkan adapun bangunan yang dipastikan terbakar adalah mes karyawan yang berada di belakang Masjid Ponpes Al Mahsyar, bukan asrama santri seperti kabar yang ramai beredar.
"Yang terbakar mes, kalau jumlah bangunan kurang tahu juga tadi karena sudah habis, sudah tidak berbentuk lagi," sebutnya.
Dirinya bersyukur upaya pemadaman juga turut dibantu oleh kawan-kawan relawan Balakarcana lintas daerah, sehingga meskipun di lokasi dengan sumber air yang cukup sulit, upaya pemadaman tetap bisa dilakukan.
"Semua relawan Balakarcana yang ada turut membantu termasuk yang dari Bakungan juga ada yang membantu, Samarinda, Loa Janan juga ada. Dari Polres Kodim, Satpol juga membantu. Adapun jumlah unit yang kami turunkan sebanyak enam damkar," demikian Rodi. Pada saat kejadian, sempat beredar informasi jika api melalap pada bangunan asrama santri.
Penulis: M. Heriansyah
Editor: Desman Minang