“Insya Allah meski sifat organisasi keagamaan yang non profit, justru menjadi pendorong yang memiliki daya gedor dan menjadi tantangan luar biasa. Sukses berkarya dengan dukungan fasilitas maksimal adalah hal yang lumrah dan biasa-biasa saja. Tetapi sukses berkarya dengan keterbatasan sumber daya itu baru luar biasa,” katanya kepada korankaltim.com, Kamis (19/8/2021).
Adapun yang mendasari DMI Kukar melakukan kegiatan di luar tugas pokoknya ini adalah bentuk murni kepedulian antar sesama khususnya dalam bersama-sama menghadapi pandemi Covid-19 yang masih melanda Kukar.
“Hal yang mengusik kami adalah, setelah kita sukses dalam karier atau apapun dan status dalam masyaraat, apa sebenarnya dan sebesar apa kontribusi yang telah kita berikan untuk kemajuan dan syiar agama? Dalam konteks masifnya serbuan covid-19 yang tidak pandang bulu dan memakan korban jiwa dan harta yang tidak sedikit belum lagi jika dihitung dampak dari sisi kehidupan dan penghidupan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Bisron menambahkan, sangat tidak berarti dalam sisi kuantitatif dengan apa yang dapat DMI lakukan pada saat ini, jika dibandingkan besarnya warga yang terdampak covid-19 di Kukar. Tapi setidaknya DMI telah melakukan sesuatu sebagai bentuk ikut empati atas cobaan yang Allah berikan kepada masyarakat Kukar.
“Jika mengutip apa yang di sabdakan Baginda Rasulullah bahwa : “Mu’min satu dengan yang lainnya seperti satu tubuh, yang saling menguatkan satu dengan lainnya” atau di lain riwayat, “Jika satu bagian tubuh terkena sakit, maka bagian tubuhnya ikut merasakan sakit, bahkan sampai demam dan tidak dapat tidur”
Diriwayatkan Nabi Musa ‘alaihissalam bertanya: “Wahai Tuhan, di mana aku mencari-Mu?” Allah menjawab: “Carilah Aku di sisi orang-orang yang hancur hatinya. Sesungguhnya Aku dekat dengan mereka setiap hari (sejarak) satu bâ’ (sekitar dua lengan). Jikalau tidak demikian, mereka pasti binasa.”
“Islam mendorong umatnya untuk melihat ke sekitarnya, dan memperhatikan orang-orang yang membutuhkan, bahkan diminta untuk mencari orang-orang yang membutuhkan dan membantu mereka,
hingga Allah menegaskan bahwa diri-Nya sangat dekat dengan orang-orang yang hancur hatinya (kesusahan). Dengan demikian, siapapun yang berkehendak menemukan Allah, ia harus membantu orang-orang yang kesusahan. Karena di sanalah rida dan rahmatNya berada,” demikian Bisron.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan