"Yang berbayar hanya untuk perjalanan saja dan tidak banyak. Jadi sebenarnya tidak terlalu menganggu," kata Martina kepada Korankaltim.com Rabu (18/8/2021) tadi.
Selasa (17/8/2021) kemarin, harga tes PCR resmi diturunkan. Di Kukar, harga tes PCR diluar kepentingan tracing dan testing berada di kisaran Rp900 ribu.
Penyesuaian harga ini sampai 45 persen dari batas harga tertinggi sebelum diturunkan. Untuk wilayah di luar Jawa-Bali, biayanya sekitar Rp525 ribu.
Penyesuaian harga ini di sisi lain, dapat menyebabkan kerugian bagi layanan kesehatan yang menyediakannya.
Pasalnya alat habis pakai untuk pemeriksaan PCR dibeli dengan harga yang cukup mahal waktu itu dan Martina pun mengakui hal tersebut. "Yang jelas kalau pakai model (stok,) lama, ya rugi," sebutnya.
Pemeriksaan PCR sendiri tak lagi menjadi penentu atau gold standar penegakan diagnosis Covid-19.
Hasil pemeriksaan swab Antigen saja sudah bisa menentukan apakah masyarakat bakal menjalani isolasi atau tidak.
Namun PCR sudah menjadi kewajiban masyarakat jika hendak bepergian, terutama yang menggunakan moda transportasi udara.
"Itukan prosedur, kayak apa kalau ternyata positif terus naik pesawat, apa tidak merugikan orang banyak," tutup Martina.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur