Dikonfirmasi terkait hal itu, Camat Samboja Akhmad Nurkhalis menilai ini hanya soal miskomunikasi.
Dia membenarkan bahwa telur yang disumbangkan perempuan yang belakangan diketahui bernama Desi itu dilelang oleh pihak kelurahan. Hanya saja, jelas Khalis, maksud pihak kelurahan melelang bantuan tersebut agar telur sumbangan tadi tidak busuk dan bisa digantikan dengan yang baru dengan uang hasil lelang.
"Ini sebenarnya saya dalam perjalanan mempertemukan lurah dengan ibu yang bersangkutan, jadi untuk di sini prosesnya sedang diklarifikasi," kata Khalis kepada media, Sabtu (14/8/2021).
Singkatnya bantuan ini bukan disalahgunakan. Proses pelelangan itu, lanjutnya, telah dirundingkan sebelumnya bersama Satgas, Bhabinkamtibmas, hingga RT.
Jikapun kelebihan, nantinya dapat disalurkan kembali kepada warga isoman baru. Pasalnya, ada sekitar 30 pasien isoman di kelurahan tersebut dan semuanya sudah mendapat bantuan ini. Sehingga bantuan yang dikirimkan oleh Desi dicadangkan untuk kemudian disalurkan ke pasien isoman yang baru.
"Cuman yang namanya Isoman itu tidak serta-merta langsung sekian orang, harus dicadangkan terlebih dahulu. Kemudian yang beras masih disimpan, telur dari pada busuk diuangkan nanti pas dibutuhkan akan disalurkan kembali. Jadi itu sebenarnya tekhnisnya," imbuhnya.
Khalis mengaku maklum soal ini. Perempuan tersebut pun sudah ditemui pihak Babinkamtibmas, kemudian lurah Salo Api kembali dipertemukan hari ini.
"Ini untuk bagaimana proses ini bisa diluruskan," tuturnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Desman Minang