Ya Adi Kuswara bagi kalangan penggiat seni memang sangat dikenal baik dan sebagai sosok inspiratif serta pernah mengharumkan nama Kutai Kartanegara di pentas seni tingkat nasional.
Salah seorang seniman yang merasa kehilangan adalah Dedi Sudarya atau lebih dikenal Nala Arung.
Di mata Dedi, sosok Adi Kuswara adalah seniman sejati yang sudah melegenda sejak tahun 70 an.
"Adi Kuswara, sejak era 70an sudah aktif berkesenian. Ia terjun ke dunia seni peran terutama seni sandiwara tradisional di Kutai dan Kaltim. Aktingnya dalam seni sandiwara tradisi Mamanda sangat menonjol tiap kali tampil, ini karena kemampuannya yang serba bisa. Di atas panggung dia mahir berakting, berdendang hingga berpantun atau bersyair," kata Dedi saat dikonfirmasi korankaltim.com, Jumat (13/8/2021).
Berkat kepiawaiannya dalam berseni peran, Dedi tak ragu menyamakan sosok almarhum dengan seniman nasional asal Betawi yakni Almarhum Benyamin S. "Dalam beberapa hal, ingatan saya tertitik pada sosok Benyamin. S tiap kali melihatnya tampil. Kurasa mereka punya beberapa kemiripan. Adi Kuswara bisa kocak, bisa serius, bisa melankolis bahkan bisa mengumbar rasa sedih ketika berakting," ungkapnya.
Sejak kecil Dedi sangat mengidolakan almarhum Adi Kuswara. Dulu di LPKK (Lembaga Pembinaan Kebudayaan Kutai), tempat dirinya pernah belajar seni dan bekerja sebagai pengurus bidang teater, Dedi bisa dengan leluasa menyaksikan Adi Kuswara berseni peran.
"Adi Kuswara hidup dengan sangat bersahaja di masa senjanya. Padahal dulu beliau salah satu seniman yang pernah mengharumkan nama daerah hingga ke mancanegara. Memang begitulah kiranya kalau kau hidup sebagai seniman di tanah Kalimantan. Belum tentu yang kau lakukan bisa selaras dengan apa yang kau terima. Adi Kuswara tidak pernah mengeluh soal yang beginian. Mentalnya sangat kuat. Ia hidup untuk mencari arti," kenangnya.
"Selamat berpulang Om Adi Kuswara. Terima kasih untuk semua kesenangan, pelajaran dan kebaikan selama hidup. Kamu tetap pahlawan lokalku," tambah Dedi.
Kenangan bersama Adi Kuswara juga dirasakan oleh penggiat seni Misra Budiarto, Ketua Yayasan Seraong ini menyatakan almarhum sudah tidak terbantahkan lagi sebagai seniman yang berjasa di Kutai tempo dulu hingga akhirnya kini menjadi Kutai Kartanegara.
"Dari jaman orde baru beliau sudah terjun ke dunia seni bahkan berbulan-bulan meninggalkan keluarganya ke pedalaman pelosok kecamatan waktu itu masih 34 Kecamatan karena belum dimekarkan," ujarnya.
Om Nanang sapaan akrab Misra Budianto menceritakan, secara pribadi banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman dari almarhum. Pada tahun 90 an dirinya bersama Adi Kuswara pernah tour dari Jakarta terus ke Jawa Tengah di beberapa Kabupaten Kota melakukan pagelaran Teater Komedi dan meraih sukses yang luar biasa dengan bendera Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia (BKKNI).
"Kami pernah mengikuti Festival Teater, saya pun terlibat di kegiatan itu Alhamdulillah juara harapan 3 Tingkat Nasional. Beliau berjasa untuk Kutai Kartanegara. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang baik di sebaik baik tempat dan Husnul Khotimah Al-fatihah," terangnya.
"Kami mewakili para seniman berharap setiap 17-an hari kemerdekaan atau perayaan Erau semua seniman Kutai ini diberikan penghargaan, jangan ketika uzur atau wafat baru diberikan, seharusnya seperti itu supaya seniman kita itu tetap giat berkarya dalam kontribusi nyata menjaga dan melestarikan budaya asli Kutai," demikian Nanang.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan