"Sekitar jam setengah dua dini hari tadi terlihat mengapung, langsung diambil warga bersama anggota Polsek," kata Akur, sapaan akrab Kapolsek Sebulu itu, Minggu (8/8/2021) pagi. Diketahui, telah beberapa kali dilakukan penyisiran dasar danau dan tidak membuahkan hasil.
Pihaknya memprediksi Surya bakal timbul ke permukaan setelah 30 jam. Mengingat kemarin terjadi hujan lebat, dibangun pos kecil di sekitar kolam untuk melakukan pemantauan pada malam hari. "Ternyata benar timbul, saat itu sekitar jam setengah satu mayat mengapung. Kita evakuasi ke pinggir danau dan kita bawa," papar Akur.
Jenazah Surya dibawa ke Puskesmas terdekat untuk memeriksa bagian luar tubuh korban. Hasilnya, tidak ditemukan penyebab lain selain karena tenggelam setelah itu diserahterimakan kepada keluarga. "Ini baru selesai prosesi dan sudah dimakamkan," jelas Akur lagi.
Selama proses pencarian, Tim SAR Gabungan terkendala banyaknya kayu di dasar danau sedalam delapan meter, ditambah lagi dasar danau yang berlumpur mengurangi jarak pandang pencarian.
Akur mengimbau warga yang hendak memancing di kolam tidak perlu sambil bermain atau berenang. Selain itu, lokasi ini sangat jauh dari pemukiman warga sehingga kejadian seperti ini akan sulit dipantau.
"Kami akan pasang peringatan tidak boleh mandi atau berenang di kolam tersebut. Apalagi anak-anaknya, orang tua harus memperhatikan lah, yang mau mancing atau pergi main-main ke danau tersebut," tegas Akur.
Diberitakan sebelumnya, Surya tenggelam di kolam pada Jumat (6/8/2021) sore lalu sekitar pukul 16.00 WITA saat pergi memancing dengan tiga temannya. Surya memilih berenang untuk mengambil rakit atau sampan di tengah kolam namun tenggelam.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur