Bahkan, sebelumnya Arga tidak mengetahui kalau ayahnya sudah meninggal terlebih dahulu.
Dia sempat mengirim surat kepada kedua orangtuanya yang ditulis dengan tangan diselembar kertas.
"Mah, pah, kak Arya apa kabar. Masih sakit kah ? Kalau ada apa-apa kabari Arga. Misal sudah sembuh, telepon ya. Arga di sini sehat, jangan terlalu mikirkan Arga. Bawa berjemur bila panas nanti hilang virusnya, begitu kan kata mamah," tulis bocah umur 13 tahun ini di selembar kertas dalam bahasa Kutai.
"Misal papah sudah keluar dari rumah sakit kabari ya, ini aja yang dapat Arga sampaikan. Assalamualaikum Wr.Wb," lanjutnya.
Surat itu dikirimkannya dari pondok pesantren pada 23 Juli 2021 lalu, saat itu ayahnya diketahui telah meninggal dunia satu hari sebelumnya dan dia belum mengetahui.
Tante Arga, Leonita menyebutkan, pesantren tempat Arga dididik menggelar salat gaib pada malam harinya. Namun Arga yang polos masih belum sadar bahwa salat tersebut dimaksudkan untuk ayahnya.
Leonita sempat bertanya kepada pihak pesantren terkait respon Arga. Pihak pesantren menjawab bahwa Arga masih belum menyadari hal itu.
Leonita meminta agar Arga tetap tidak diberitahu, selain itu kondisi ibunya yang saat itu juga dalam kondisi menurun.
"Cukup Kakaknya (Arya) saja yang tahu waktu itu," ujarnya.
Arga baru mengetahui hal ini setelah ibunya meninggal pada 24 Juli lalu.
Kakak pertama Arga, Arya dan adiknya bernama Abay baru saja pulang dari isolasi di Wisma Atlet, Minggu (26/7). Abay saat ini pun masih belum tahu soal meninggalnya kedua orangtuanya.
Menurut Leonita, hal tersebut akan diberitahukan langsung oleh Arya kepada adik-adiknya setelah kondisinya kembali pulih pasca isolasi.
Si bungsu Aira yang masih berumur empat tahun itu juga belum diberitahu apa-apa soal ini lantaran masih sangat kecil untuk menerima kenyataan pahit itu.
"Memang harus kakaknya yang memberi tahu, nanti reaksinya kayak apa perlahan kita kasih pengertian," sebutnya.
Hari ini Arga memposting sebuah postingan yang berisi terima kasih terhadap kedua orang tuanya yang sudah merawat mereka sampai akhir hayatnya.
"Semacam video potongan foto-foto gitu, dibikin ucapan terima kasih untuk orang tuanya gitu," demikian Leonita.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan