"Kondisi duka ini didengar Presiden Jokowi melalui Kapolres yang menghubungi ke Istana Negara di Jakarta. Disampaikan berita duka ini karena yang wafat suami istri dan meniggalkan tiga putra dan satu putri," kata Edi kepada korankaltim.com.
Bantuan berdatangan dari kalangan Forkopimda. Pemkab Kukar memberikan bantuan berupa tanggungan biaya pendidikan keempat anak ini hingga lulus kuliah di perguruan tinggi. Polres Kukar dan Kodim 0906/KKR memberikan bantuan sembako dan keperluan-keperluan lainnya.
Edi berharap bantuan yang berdatangan ini menjadi bentuk kebersamaan seluruh pihak, yang mana kondisi yang dialami Arga, kakak dan adiknya ini sangatlah berat untuk ditanggung. "Simpati yang diberikan Presiden Jokowi juga sangat luar biasa," ujar Edi lagi.
Sementara Kapolres Kukar AKBP Arwin A Wientama menyodorkan panggilan telepon yang kemungkinan dari Istana Negara kepada Edi untuk dibahas lebih lanjut. "Nanti mungkin diurus bupati dan staf Presiden supaya pesan dan maksud Presiden terlaksana," kata Arwin.
Dandim 0906/KKR, Letkol (inf) Charles Alling sempat menemani Arga saat pemakaman ibunya Minggu (25/7/2021) kemarin. Disana santri Pondok Pesantren Al Hidayah ini mencoba tegar atas kepergian orangtuanya. Namun Alling yakin Arga bisa menjalani kehidupan sehari-hari tanpa orangtua.
"Dia tegas dan fokus mengejar cita-cita menjadi ulama, itu cita-cita luhur yang harus didukung. Kami dari Kodim berkomitmen dari awal untuk membantu keluarga ini," sebut Alling.
Diberitakan sebelumnya, Arga bersama kakaknya Arya yang berusia 17 tahun serta dua adiknya, Abra (8 tahun) dan Ayra (4 tahun), menyandang status sebagai yatim piatu setelah ditinggal kedua orang tuanya. Ayah mereka Ali Yusni meninggal dunia akibat Covid-19 Jumat (23/7/2021) lalu, lalu Deasy Setiawati menyusul sang suami meninggal dunia akibat penyakit yang sama Minggu (25/7/2021) kemarin.
“Almarhum Ali Yusni meninggal selain Covid-19 juga diabetes. Kalau istrinya tidak ada penyakit tapi kondisi menurun karena melihat suaminya meninggal di sampingnya," kata Yusri, adik Ali Yusni.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur