Hal ini disampaikan oleh Ketua Satgas Covid-19 Kutai Kartanegara yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD AMP dr Martina Yulianti dalam unggahan di akun media sosial Facebook-nya.
"Akhirnya saya harus mengumumkan UGD RSUD AM Parikesit untuk sementara tidak dapat lagi menerima pasien Covid," kata Martina Yulianti dikonfirmasi korankaltim.com siang tadi.
Dokter Yuli, sapaan akrabnya, mengungkapkan kalau saat ini pihaknya bukan hanya tidak bisa menerima pasien Covid-19, pasien non Covid juga belum bisa diterima. Rumah Sakit AMP hanya menerima pasien yang gawat darurat dengan label merah.
"Setidaknya dalam satu dua hari ini mohon maaf yang sebesar-besarnya, kami memiliki batas kemampuan, peralatan bisa dibeli jika ada uang, tapi tenaga kesehatan tidak bisa disulap dari tidak ada menjadi ada," paparnya.
"Belum lagi ditambah banyaknya yang tertular karena harus menangani pasien yang jumlahnya jauh melebihi standar wajarnya, mohon pengertian semua pihak," imbuh Yuli.
Dokter Yuli terus mengingatkan agar semua pihak khususnya masyarakat luas tetap patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Yang terpenting dan selalu diwaspadai adalah kluster keluarga masing-masing.
"Dan yang terakhir, saya bermohon bisa mengedukasi keluarga-keluarga melalui video yang kami share via WA (WhatsApp) karena klaster keluarga tidak dapat terbendung lagi dari mana saja datangnya penularan dalam keluarga, bisa saja dari anggota keluarga yang karena terpaksa harus bertemu dengan orang lain yang mungkin saja positif. Saya berharap hal ini tidak diperdebatkan," tutup Dokter Yuli.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur