Terkait dengan musibah itu, Lurah Baru Nadi Baswan mengatakan, pihaknya setiap tahunnya selalu mengusulkan ke pihak kecamatan bahkan ke anggota Dewan Dapil 1 Tenggarong untuk menindaklanjuti hasil dari inventarisir kawasan gang-gang sempit yang ada di Kelurahan Baru. Hal ini dilakukan sebagai upaya bersama mencegah bencana kebakaran.
“Memang setiap tahun kami sudah inventarisir dan sudah diusulkan ke kecamatan ke anggota dewan juga, situasinya saat ini tanah masyarakat yang agak bermasalah,” kata Nadi kepada korankaltim.com, Kamis (8/7/2021) hari ini.
“Kami inginnya dan sesuai kebutuhan masyarakat gang itu memang bagusnya bisa dimasuki unit roda empat dan terkoneksi antargang satu dengan gang di sebelahnya,” tambah Nadi.
Terkait usulan pengadaan hydran dalam upaya mencegah dan mengatasi kebakaran, Nadi menegaskan hal tersebut dirasa belum begitu prioritas karena kawasan Kelurahan Baru berdekatan dengan sumber air.
Justru yang paling prioritas adalah akses jalan antargang yang luas dan terkoneksi satu dan lainnya. “Jalan yang terkoneksi antargang yang satu dan sebelahnya lebih penting, kalau hydran karena situasi daerah sekitar ini banyak air.
Adapun program Kelurahan Baru ini kami menggiatkan relawan Balakar di semua RT dan kedepan harapannya gang-gang yang ada di Kelurahan Baru bisa dimasuki kendaraan roda empat, seperti di Gang Keluarga dan Gang H Matusin, jadi ambulans dan PMK bisa masuk gang setiap saat,” tutup Nadi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur