
Nur Azizah mengatakan, sebanyak 83 perpustakaan desa sudah diberikan bantuan bahkan sudah ada beberapa pengelola perpustakaan yang dilatih pengelolanya, salah satu yang dianggap berjalan dengan baik adalah perpustakaan Desa Tuana Tuha dimana saat ini perpustakaan tersebut sangat berkembang sekali,
dapat dilihat dari minat baca masyarakatnya maupun dengan adanya fasilitas bangunan perpustakaan sendiri, sehingga perpustakaan lebih memadai ditambah dengan adanya fasilitas perangkat komputer serta fasilitas internet yang bisa digunakan oleh masyarakat sekitar guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Perpustakaan.
"Ditambah lagi dukungan dan komitmen yang kuat dari Kepala Desa Tuana Tuha Tommy terhadap perpustakaan desanya. Perpustakaan desa tersebut bahkan secara langsung sudah melaksanakan program pemerintah yaitu perpustakaan yang bertransformasi, berbasis inklusi sosial," kata Nur kepada korankaltim.com, Minggu (4/7/2021) hari ini.
Perpustakaan sendiri berperan memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.
Selain itu perpustakaan juga berperan untuk melakukan penguatan literasi sehingga berdampak pada pemulihan sosial ekonomi. Perpustakaan telah menjadi ruang publik untuk berbagi pengalaman, belajar secara kontekstual dan melatih kecakapan keterampilan.
"Hal tersebut dibuktikan dengan pengelola perpustakaan yang selalu memberikan pembinaan ke masyarakat atau pengguna perpustakaan di Desa Tuana Tuha. Kepala Desa Tuana Tuha Tommy akan selalu mengembangkan perpustakaan terutama yang ada di desanya, mengenalkan perpustakaan ke anak usia dini," jelasnya.
Namun dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19, Perpustakaan Desa Tuana Tuha masih mengurangi intensitas pengunjung. Kalau pengunjung atau pemustaka memang memerlukan atau ingin berkunjung pengelola menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur