Lurah Kampung Baru, Nadi Baswan mengatakan, kondisi banjir terkini di kawasan Tambak rel dengan kategori sedang karena air cepat surut meskipun tinggi air rata-rata selutut.
"Tahap sedang, karena air cepat surut sempat naik sampai setinggi lutut.Memang harus ada pembersihan secara berkala biar cepat surut airnya," kata Nadi kepada korankaltim.com, Jumat (2/7/2021).
Upaya pembersihan berkala entah itu setiap sepekan sekali atau beberapa periode tertentu, Nadi mengungkapkan sementara ini belum ada dilakukan. Harapannya dengan adanya persoalan ini semua lapisan masyarakat semakin peduli dan mau bergotong royong membersihkan drainase di lingkungannya masing-masing dan secara serentak.
"Untuk sementara belum ada karena masih cukup terpelihara, cuman arah dari jalan Djafar Seman yang masih ada banyak rumput yang menutupi saluran air sehingga mengurangi lancar turunnya air," ungkapnya.
"Untuk kegiatan pembersihan secara berkala itu saya rasa memang harus, karena limbah atau sampah yang harus selalu dibersihkan agar tidak menghambat dan perlu ada nya pengerukan secara berkala," imbuh Nadi.
Terpisah, salah seorang warga Perumahan Tambak Rel yang juga Anggota DPRD Kukar, Saparuddin Pabonglean menegaskan, sangat miris dan merasa dikesampingkan ketika dirinya berjuang mengupayakan agar persoalan banjir ini bisa diselesaikan oleh pemerintah. Bahkan dirinya terpaksa sampai menjatuhkan air mata pada saat menyampaikan aspirasinya dihadapan para pemangku kepentingan agar kawasan Tambakrel ini bisa tuntas mengatasi persoalan banjir.
"Dari dulu saya sudah teriak sampai saya nangis waktu rapat Banggar, tapi mereka gak punya empati sama sekali malah anggarannya dialihkan ke lokasi yang belum terlalu prioritas, sampai belasan miliar," tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan