Politisi Golkar ini mengingatkan seluruh masyarakat agar berperan dalam pencegahan agar tindakan semacam ini tidak terulang terus menerus, Imbauan khusus disematkan kepada generasi muda Kukar agar selalu waspada. Orangtua juga harus mengedukasi dan memantau perkembangan anaknya.
Korban pelecahan seksual atau kekerasan pada wanita dan anak-anak ini, harusnya bisa didampingi oleh para pakar atau ahli korban kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
“Kami meminta kepada intansi terkait agar memberikan penyuluhan di tempat yang berpotensi terjadi kasus tersebut hingga ke pedalaman, desa-desa. Penyuluhan diperlukan dan lebih baik bersinergi dengan komite perlindungan anak dan perempuan," ujar Ica sapaan akrabnya.
Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, merupakan tanggung jawab seluruh pihak baik itu dari upaya pencegahan hingga pendampingan korban serta ada langkah-langkah yang ditempuh selanjutnya.
Adapun yang menjadi catatan penting selama ini, korban yang menerima kekerasan, kebanyakan tidak bersedia melaporkan kejadian yang menimpanya. Karena seperti diketahui bersama banyak para pelaku tindak kekerasan ini adalah berasal dari keluarga terdekat ataupun lingkungan sekitar.
“Korban cenderung tidak bersedia untuk melaporkan telah mengalami kekerasan seksual. Banyak korban khawatir dirinya akan menerima stigma negatif dari masyarakat jika membuka identitas dan melaporkan kasusnya," ungkapnya.
“Belum lagi korban yang justru berisiko dikriminalisasi. Ada pula faktor keluarga, lingkungan, dan budaya, seperti reaksi persekusi dan semacamnya sehingga menyebabkan para korban semakin nelangsa dan menderita nasibnya. Harus kita lawan,” tutup Ica.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur