Setelah berhasil meraih juara umum, Rendi menyatakan maka tugas akan semikin berat karena yang akan bertindak sebagai tuan rumah adalah Samarinda di MTQ 2022 nanti. Namun tentunya kafilah Kukar harus tetap optimis dengan strategi dan pola yang telah dibangun selama ini dengan bimbingan langsung dari Sekda Sunggono selaku Ketua Umum LPTQ Kukar.
"Bonus InsyaAllah segera dan anggarannya sudah ada dan sedang diproses di bendahara daerah. Ini motivasi untuk para peserta kita biar lebih giat lagi berkompetisi. Kita support dari sisi itu," ucapnya.
Sementara itu Ketua LPTQ Kukar, Sunggono menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan dalam proses pembinaan adalah mendatangkan pelatih-pelatih yang berkualitas untuk membimbing cabang-cabang perlombaan, khususnya di cabang perlombaan yang dinilai masih cenderung lemah bagi kafilah Kukar.
"Kemarin kita cuma empat yang tidak juara dari 60 itu 56 yang juara. Kita akan fokus di cabang-cabang yang agak kurang. Jadi diantara yang membedakan Kukar dengan daerah lain mungkin ya sisi pembinaan kita itu tidak dilakukan diambil dari hasil juara lomba H- 1. Katakanlah misalnya untuk 2022 nanti kita tidak mengambil juara yang tahun ini, tapi mengambil juara yang tahun sebelumnya, itu asumsinya bahwa kita akan fokus membina mereka selama setahun penuh," jelasnya.
Jadi yang tahun ini akan dipersiapkan di dua tahun yang akan datang. Cara ini ternyata ampuh mendulang prestasi yang membanggakan dan Kukar mencetak sejarah sebagai daerah yang mampu mempertahankan juara umum empat kali berturut-turut tingkat provinsi Kaltim.
"Metode itu alhamdulilah kami tempuh sejak saya jadi ketua LPTQ diamanatkan Pak Bupati, supaya bisa menang terus di lomba ini, kita diskusi terus dengan teman-teman pembina dan pelatih, sehingga anak-anak kita ini dididik tidak dengan cara yang instan tapi dengan cara yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan, kemudian mereka juga kita kuliahkan di PT IQ Jakarta dan di Bogor," pungkas Sunggono.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan