Sekretaris DKP Kukar, Muslik mengatakan, ada lima hal yang harus dilakukan oleh para pembudidaya ikan keramba sehubungan dengan terjadinya penurunan kualitas air di sungai Mahakam.
"Tentu kondisi air bangar ini sangat dikhawatirkan oleh para pembudidaya ikan keramba karena akan sangat berdampak pada kawan-kawan pembudidaya, oleh karena itu harus dilakukan lima langkah untuk mengatasi hal tersebut," katanya kepada korankaltim.com, Rabu (9/6/2021).
Muslik menyebutkan adapun langkah yang pertama ialah mengurangi komposisi pemberian pakan ikan, kedua memberikan aerasi buatan untuk penambahan oksigen pada ikan, ketiga tidak melakukan penebaran benih pada saat kualitas air sungai Mahakam menurun, keempat segera melakukan pemanenan pada ikan yang sudah mencapai ukuran konsumsi dan kelima memindahkan ikan secepatnya ke lokasi yang dapat menyelamatkan kehidupan ikan itu sendiri, seperti kolam penampungan.
"Lima hal ini harus segera dilakukan kawan-kawan pembudidaya. Karena kualitas air Mahakam saat ini sedang mengalami penurunan kualitas," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pembudidaya Ikan, Fadly mengungkapkan, kejadian air bangar ini diprediksi terjadi bisa sampai sepekan. "Kan kita punya tiga danau di ulu itu, ketika saat pasang kemarin tumbuhan air itu akar-akarnya membusuk dan ketika surut pembusukannya itu ikut ke sungai. Seperti kejadian-kejadian sebelumnya yang beberapa tahun pernah terjadi, kondisi ini bisa sampai 5-7 harian," ungkapnya.
"Semoga saja tidak ada turun hujan, kalau turun hujan air bangarnya akan semakin lama karena kan terjadi pasang dan lama surut turun ke laut," timpal Fadly.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan