Salah satu keluarga terdekat Isnan, Mawar Sari mengatakan, diketahui Isnan menderita penyakit ini sejak awal 2021. "Mulai awal 2021 ada benjolan, semakin lama semakin membesar dibagian leher. Mulai di RS Parikesit di rujuk ke SMC terus terakhir di AWS karena harus menjalani kemo," kata Mawar kepada korankaltim.com, Rabu (26/5/2021).
Selain dikenal sebagai penghafal Al-Qur'an dan selalu menjuarai MTQ sejak jenjang sekolah dasar hingga jenjang menengah atas, Isnan ternyata juga andal dalam olahraga dan bahkan kerap menjadi juara. Salah satu yang dikenang oleh Mawar Sari ialah Isnan pernah juara karate.
"Kalau sama anak saya dia pernah juara karate, juara karate saat dia masih di MAN 2 Samarinda, anak saya saat itu di MTS negeri, terus dia di MAN 2 jadi latihan bareng di MTS. Almarhum adalah sahabat adik saya sekelas di MAN 2 jurusan agama. Jadi adik saya dan Isnan sekelas di MAN itu jurusan MAN PK, harus asrama disitu tiga tahun," ungkapnya.
Ia menyebutkan, keluarga Isnan memang sangat mengedepankan pendidikan agama. Isnan sendiri tiga saudara dan semuanya adalah penghalal Al-Qur'an.
"Anaknya rajin ke majelis, akrab sama para habib dan ulama, dia tiga saudara, Isnan nomor dua dan semua saudaranya Qori, tapi memang yang menonjol cuma Isnan, pernah diberi hadiah umroh buat dia dan orangtuanya, hadiah MTQ dari Kukar," sebutnya.
Kenangan indah juga diungkapkan oleh salah satu guru Isnan semasa SD dulu. Ustadz Taufik mengucapkan dirinya baru teringat setelah melihat lagi potret Isnan saat dewasa kini. "Baru ngeh lihat foto almarhum Isnan, ingat-ingat dia dulu murid SDIT ( Ashabul Kahfi Armed, red) kalau nggak salah 10 tahun yang lalu. Dulu anak ini pemain bola futsal handal, pernah setor hafalan (quran) dengan saya," kenangnya.
"Innalillahi waiinaailaihi roojiuun, semoga Allah mengampuni kekhilafannya dan hafalan Al Qur'annya menjadi penerang di kuburnya dan syafaat untuknya di akhirat dan keluargannya, Aamiin," tutup Taufik.[]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi