Turut hadir dalam rapat ini Camat Muara Kaman, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kades Muara Kaman Ulu, Para Pemangku Adat Muara Kaman dan Balitbangda Kukar.
"Saya rasa masalah situs Lesung Batu dan penetapan Museum kedepan ini hanya menunggu rekom dari Bupati saja terkait apa nanti nama dari Museum ini. Yang jelas ini tentu tetap harus terpelihara dan dijaga, oleh karena itu sesuai dengan harapan kita tadi kedepan nanti bisa dikelola dengan baik karena semua pihak tadi sangat mendukung untuk teknis kepengelolaannya dengan solusi MoU kesepakatan semua pihak," kata Baharuddin kepada korankaltim.com, Selasa (25/5/2021).
Politisi PDIP ini menjelaskan adapun MoU yang disepakati ialah terkait teknis pengelolaan situs Lesung Batu yang disetujui oleh semua pihak baik itu pemerintah kecamatan Muara Kaman, Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu dan Disdikbud Kukar.
"Tadi semua pihak bersepakat bagaimana pengelolaan ini tetap terjaga dengan baik. Memang sampai hari ini aset itu ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan oleh karena itu tinggal pengelolaan nya, apakah nanti ini diserahkan menjadi milik dari pemerintah kecamatan sebenarnya tidak menjadi masalah. Tetapi yang disepakati tadi bagaimana pengelolaan situs ini bisa maksimal," jelasnya.
"Solusinya ada di MoU kerjasama tadi masing-masing pihak bertanggungjawab misalnya berapa persen di kecamatan, berapa persen di desa dan berapa persen di Disdikbud," timpal Baharuddin.
Sementara itu, Kamarur Zaman menambahkan pihaknya selama 11 tahun menjadi legislator mengaku kecewa dengan Pemkab Kukar yang hingga saat ini dirasa masih minim dalam memberikan perhatian khusus di situs sejarah Lesung Batu yang sebagian besar masyarakat Muara Kaman menjadikan situs ini sebagai simbol awal muasalnya kerajaan Kutai dikenal se-nusantara.
"Ini aset bangsa yang terabaikan, saya atas nama masyarakat dan juga perwakilan masyarakat Muara Kaman yang sudah 11 tahun duduk di anggota dewan berharap rapat yang dilakukan hari ini adalah rapat yang terakhir, semoga Lesung Batu ini bisa dipelihara sebagai mana seharusnya, ya maaf kata kalau kita orang Kutai kalau Lesung Batu ini tidak diperhatikan takutnya kita nanti busung (kualat, red)," tegas Mon sapaan akrabnya.[]
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi