Alif Turiadi mengatakan, dalam rapat ini pihaknya mencarikan solusi permasalahan tumpang tindih lahan sejak 2009 silam yang sampai sekarang belum selesai. Harapannya dengan dihadiri oleh perwakilan BPN dan Kades Bunga Jadi yang tau persis persoalan tumpang tindih ini maka masalah bisa segera selesai.
"Untuk tindak lanjut dari hasil RDP ini kami menjadwalkan ke lapangan pada pertengahan Juni mendatang, untuk mengecek langsung titik lokasi lahan yang diklaim masyarakat, dan kami berharap agar semua pihak menghormati keputusan yang didapat setelah mengecek di lapangan, pemilik lahan juga sudah siap jika lahan tersebut bukan miliknya beliau ikhlas melepaskan, " ucap Alif saat dikonfirmasi awak media, Senin (24/5/2021).
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno mengaku, meskipun ada permasalahan ini, tetapi operasional Perumda Tirta Mahakam di SP 5 Desa Bunga Jadi tetap berjalan, hanya kemarin ada kendala sedikit, yakni masyarakat yang mengklaim lahan sempat mengancam akan menutup operasional Perumda sekitar seminggu menjelang Lebaran.
"Karena kami tidak ingin distribusi air bersih ke pelanggan ini terganggu, maka pada saat itu kami komunikasikan tetapi mereka bersikukuh tetap akan menutup, maka saya kordinasi dengan Kapolres dan diteruskan ke Kapolsek untuk berdiskusi dengan masyarakat tersebut, dan Alhamdulillah mereka tidak jadi menutup operasi kita. Karena jika pelayanan air bersih ini ditutup maka berdampak kepada masyarakat apalagi saat itu menjelang Lebaran tentunya kebutuhan air bersih sangat diperlukan, " demikian Suparno.[]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi