"Tahun 2019 lalu memang sebetulnya kurang sempurna (jaringan perpipaan dan instalasi pengolahan air) tapi tetap kami paksakan dan Alhamdulillah sampai hari ini Tabang sudah berjalan dengan normal dan di tahun 2020-2021 ini Tabang di kawasan ibu kota kecamatan nya akan teraliri melalui APBD I APBD II,
sudah kami usulkan mudahan tidak terjadi pergeseran anggaran, karena memang kita harus memicu bahwa kecamatan paling ujung tidak boleh seujung pelayanan" kata Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno didampingi Kasubag Humas Haisandi kepada korankaltim.com, Minggu (23/5/2021).
Perumda Tirta Mahakam memastikan seluruh kecamatan dan desa yang ada di Kukar harus mendapatkan prioritas yang sama dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih. Dari 193 desa dan 44 Kelurahan, sudah 113 yang dilayani Perumda Tirta Mahakam.
"Tentunya minusnya ini ada dilakukan dalam kegiatan Pamsimas sekitar 50, nah ini ada space beberapa desa yang harus kita layani nantinya dan itu target pak bupati dalam program idaman di percepatan layanan air bersih pada desa-desa yang belum terlayani, baik itu dilakukan oleh Bumdes untuk pengelolaan nya atau dengan kami Perumda," sebut Suparno.
Pihaknya dipastikan selalu siap mendampingi semua desa-desa dalam hal kaitannya untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. "Kami Perumda selalu siap dalam memberikan advice teknis, kita sudah berdiskusi dengan teman-teman Perkim apapun nanti yang ada di desa kami siap mendampingi.
Dan beberapa desa sudah kita lakukan pendampingan baik itu secara teknis maupun pembinaan administrasi. Kami dituntut masyarakat dalam tanggung jawab pemenuhan kebutuhan air bersih," tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur