Sesampainya di sana, dia melihat ekskavator sedang menggali permukaan tanah di kawasan tersebut. Hingga terjadi pengusiran terhadap operator alat berat seperti dalam tayangan video yang beredar. “Kebetulan juga, titik keruknya berada di lokasi ibu M yang notabennya anak buah saya juga,” kata Boma. Di titik penggalian itu, kata Boma, terdapat sumber air yang digunakan warga untuk pengairan kebun dan air minum warga.
Setengah jam setelah pengusiran, seseorang berinisial T (43) yang disebut-sebut sebagai koordinator aktivitas penggalian ini datang ke lokasi. Setelahnya kembali cekcok namun sempat mereda, T pun sempat masuk kembali ke dalam mobilnya dan Boma bersender di luar mobil. Tiba-tiba saja, T yang dipengaruhi emosi keluar berlari dari mobilnya mengambil sebuah ranting pohon dan menghantamkannya ke wajah Boma.
Boma pun sontak menutupi wajahnya lalu kemudian memotong dan membanting T ke tanah. Teman-teman T yang hadir pun kemudian mendorong Boma hingga terjatuh, kemudian dalam keadaan telungkup dia di bekap agar tidak bisa bangkit dari tanah. “Untungnya pak Lurah Mangkurawang sigap langsung lindungi saya, dilepaskan saya dari pitingan teman-teman pemilik alat berat. Kemudian Pak Sarifudin, staf pak lurah itu langsung megang sodara topik seperti yang di foto-foto,” bebernya.
Atas kejadian ini, pada prinsipnya Boma tidak menginginkan adanya kegiatan kegiatan-kegiatan ilegal yang banyak menimbulkan mudarat. Selama ini dia sering kali mendapat teguran keras dari masyarakat juga keluh kesah dari efek samping yang dihasilkan dari aktivitas tambang ilegal ini, terutama soal kerusakan lingkungan. “Akumulasi itu yang kemudian memotivasi saya untuk menegur aktivitas tambang yang ada di RT 17,” tegasnya.
Aktivitas ini disebutkannya tidak dilaporkan kepada stakeholder dari tingkat RT hingga kecamatan, hal itulah yang membuat Boma geram akan kegiatan ini. Dia memohon kepada masyarakat bahwa jika ada aktivitas diduga tambang ilegal harus diberatas secara bersama-sama.
“Sudah berapa kali saya tegur, sejak 2019 sudah mulai dia,” tandasnya. Boma menyebut dirinya akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Kejadian ini pun sudah dilaporkan kepada Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin dan Sekda Kukar Sunggono.
Penulis : */ Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan