Namun hilir mudik kendaraan di sepanjang jalan poros Tenggarong-Samarinda ini sangat sepi. Kemungkinan, masyarakat telah memahami terkait regulasi pembatasan ini.
Untuk diketahui, berkaitan dengan penyekatan ini tidak berarti aksesnya ditutup rapat. Melainkan ada pengecualian-pengecualian bagi para pengendara atau pelaku perjalanan yang memiliki kepentingan dengan tingkat urgensi tinggi.
"Kan penyekatan ini kan bukan tidak sama sekali (ditutup, red) toh, kalau ada kepentingan misalnya seperti kemalangan, atau sakit kan masih boleh masuk," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Martina Yulianti.
Kemudian berkaitan dengan pemberlakuan rapid rest antigen bagi pelaku perjalanan, Martina menyebutkan tidak mengalokasikan secara khusus alat rapid rest antigen khusus saat penyekatan selama 6-17 Mei 2021.
Pengalokasiannya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
" Tidak semua juga di rapid kecuali kalau dia menunjukan gejala seperti demam," jelasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan