"Belum ada arahan, yang swasta memang tetap buka, cuma milik yang dikelola pemerintah saja yang masih tutup. Yang pasti kami menunggu kepastian dan arahan karena kan ini masih upaya bersama menurunkan angka penyebaran Covid-19. Dikhawatirkan ada klaster di tempat wisata milik pemerintah. Itu yang kami khawatirkan dan harus dijaga," kata Plt Kepala Dispar Kukar, Tauhid Aprilian Noor didampingi Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M Ridha Fatrianta kepada korankaltim.com, Minggu (25/4/2021).
Sikap kehati-hatian diutamakan Pemkab Kukar sehingga obyek wisata yang dikelola dan menjadi wewenang pemerintah sejauh ini belum juga dibuka, tidak menutup kemungkinan kebijakan ini juga tetap diterapkan pada libur lebaran mendatang.
"Kami tidak mau gegabah juga, dalam satu tahun lebih tutup, sembari diupayakan perbaikan sarana prasarana penunjang di tempat obyek-obyek wisata," ungkapnya. Sedangkan untuk di obyek wisata lainnya seperti di Waduk Panji Sukarame dan Pantai Samboja, dilakukan perbaikan dan penambahan fasilitas.
"Yang di waduk ada rehab dan pembangunan gazebo, dengan ada Taman Labirin plus sarana outbond, kalau di Samboja tahun lalu itu ada buat outbond," papar Tauhid. Khusus obyek wisata terpopuler dan yang menjadi kebanggaan Kukar yakni Pulau Kumala, pada tahun lalu belum sempat dilakukan perbaikan lantaran terkendala anggaran.
"Kalau tahun lalu kan belum ada anggarannya dan tahun ini sudah ada. Vital itu perbaikan kabel, karena kan itu jaringan untuk menggerakkan air PDAM yang ada di pulau Kumala," jelas Tauhid. "Untuk parkiran itu solusinya mengatur jarak saja, pemberlakuan e-tiket itu di kawasan portal, kalau di loketnya itu kami ada pembayaran non tunai, untuk sarana penunjang itu semua InsyaAllah sudah siap," tutup Tauhid.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur