Rendi Solihin mengaku, dirinya cukup terkejut dengan antusias perusahan disekitar yang sangat tinggi, dibuktikan dengan hadirnya sekitar 20 perusahaan saat pertemuan tersebut.
"Jalan ini merupakan akses utama masyarakat sekitar dan perbaikan ini sifatnya urgent jadi harus cepat diselesaikan, sebab di bawah jalan ada rongga yang berpotensi patah. Makanya harus segera ditindaklanjuti," kata Rendi terangnya saat dikonfirmasi ulang korankaltim.com, Jumat (23/4/2021).
Pemkab Kukar melibatkan perusahaan sebagai bentuk kolaborasi Pemerintah Daerah dengan dunia usaha untuk memperbaiki akses jalur utama, dan perusahaan wajib berkontribusi untuk perbaikan ini.
"Sesuai kesepakatan, nanti camat Samboja akan bersurat ke perusahaan-perusahaan dan kami tunggu dalam dua minggu agar segera ada keputusan," tegasnya.
Sementara Muhammad Samsun menambahkan, jalan tersebut memang harus secepatnya diperbaiki untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang menyebabkan kerugian baik masyarakat dan perusahaan pengguna jalan.
"Berdasarkan Rakor, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi telah merincikan anggaran untuk perbaikan jalan sebesar Rp 181 juta, maka anggaran yang diperlukan ini kita minta bantuan gotong royong dari perusahaan yang beroperasi disekitar Samboja dan Muara Jawa, karena jalan ini sebelumnya dibangun dari dana APBD Provinsi Kaltim, maka ada kerusakan sedikit kita minta keterlibatan dunia usaha," kata Samsun.
Mengenai hasil rakor, sudah ada kesepakatan bersama perusahaan yang hadir bahwa pemerintah daerah memberikan waktu dua minggu untuk pengumpulan dana, dan untuk pekerjaannya kurang lebih satu setengah bulan sampai dua bulan, mungkin Juni sudah bisa selesai.
"Saya juga berpesan agar pengguna jalan berhati-hati saat melintas di sekitar situ. Saya tidak menyarankan kendaraan berat lewat jalan itu sebab kapasitas kemampuan jalan berkurang. Beban awalnya 8 ton mungkin sekarang hanya beberapa ton saja karena tumpuannya tidak ada," tutup Samsun.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur