Asisten I Bagian Pemerintahan Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, adapun sisi positifnya adalah dipastikan pelayanan publik akan semakin dekat terutama bagi kawasan yang selama ini jauh menuju Kecamatan Kota Bangun dan Samboja, maka dengan adanya dua kecamatan baru ini dipastikan pelayanan publik akan semakin memudahkan masyarakat.
“Plusnya pelayanan lebih dekat dengan masyarakat dan dirasakan nyata oleh masyarakat hingga tingkat bawah. Kalaupun tantangannya ya tentu masalah anggaran akan bertambah lagi, karena harus ada anggaran baru untuk membangun infrastruktur dan kelengkapannya,” katanya kepada korankaltim.com, Jumat (16/4/2021).
Adapun kelengkapan yang dimaksud berupa kantor pemerintahan dan kelengkapannya. Di samping itu juga anggaran tambahan yang diperlukan untuk semua perangkat yang ada di Kecamatan Samboja Barat dan Kota Bangun Darat berikut dengan kelengkapan ASN nya.
“Jadi ya harus ada penambahan anggaran baru. Sementara itu untuk kesiapan ASN yang ditugaskan di dua kecamatan baru nanti sudah kami persiapkan di BKPSDM,” sebutnya.
Taufik menegaskan, pengimplementasian dua kecamatan baru ini sudah nyata dipastikan setelah Pemkab Kukar memperoleh kode wilayah untuk Samboja Barat dan Kota Bangun Darat dari Kemendagri.
“Setelah mendapatkan kepastian kode wilayah itu kita langsung mempersiapkan personil ASN yang sudah standby di BKPSDM, namun memang yang menjadi catatan kita ini adalah terkait dengan fasilitas yang belum ada kantor definitifnya sementara akan memanfaatkan aset desa dan sudah dipersiapkan oleh masing-masing desa,” tegasnya.
“Untuk Kota Bangun Darat rencananya meminjam aset desa di Kedang Ipil sedangkan Samboja Barat di Desa Tani Bhakti,” pungkas Taufik.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan