Pemkab pun harus mensiasati agar program-program unggulan nantinya tetap berjalan.
Bupati Kukar, Edi Damansyah menyebut akan memperbaiki dan menguatkan kinerja Perusahaan Daerah (Perusda) yang ada. Sebab hasil evaluasi, ditemukan banyak sektor potensial yang dapat dikelola.
Salah satunya Perusda Tunggang Larangan (TP) yang diketahui berubah badan usahanya menjadi Perseroan Terbatas (PT).
Edi pun telah menjalin MoU dengan PT Pelabuhan Tiga Bersaudara terkait jasa pengelolaan bongkar muat batu bara.
Perusda TP disebut akan mengelola sektor-sektor potensial lainnya untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Itu salah satu sisi kalau kita ingin bicara lompatan PAD, kalau hanya berharap pajak daerah dan retribusi, ya seperti yang kita lalui ini,” kata Edi kepada Koran Kaltim.
Menurut Edi, pihaknya harus cerdas dalam menerapkan sekala prioritas keuangan daerah. Sembari kegiatan pembangunan dapat dilakukan melalui bantuan keuangan (Bankeu) Pemrov Kaltim dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Ia juga meminta OPD untuk membuat ‘cetak biru’ begitu 23 program dedikasi itu masuk kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) dan menjadi rencana strategis OPD.
Edi mencontohkan, program 120 embung dan 120 kilometer jalan usaha tani. Dinas Pertanian dan Peternakan diminta untuk tidak berfikir soal ketersediaan pembiayaan diawal, tapi lebih dahulu memetakan kerangka kerjanya.
“Nanti baru kita liat berapa persen program yang dapat dibiayai APBD, berapa persen dari Bankeu, berapa persen dari DAK,” ujarnya.
“Kita harus dapat mengurai secara konkrit berbasis perencanaan,” tegas Edi.
Penulis : */ Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan