"Hikmahnya selain bentuk keimanan tapi juga menyampaikan kepada kita, pentingnya salat" kata Das’ad dalam ceramahnya. Acara berlangsung pukul 13.00 WITA, dihadiri Kalapas Narkotika Samarinda, Karutan Samarinda, Kabapas Samarinda, Plh. Kalapas Perempuan Tenggarong, Karupbasan Samarinda, serta pimpinan Forkompinda Kukar.
Kalapas Tenggarong, Agus Dwirijanto dalam sambutannya menyampaikan peresmian pesantren ini bentuk inovasi dari Lapas Tenggarong sekaligus perwujudan dari program pembinaan kepribadian dan kerohanian di dalam lapas.
“Diharapkan lulusan dari pesantren ini menjadi pioneer kebaikan bagi rekan sesama warga binaan dan bagi masyarakat kelak,” ucap Agus. Program pesantren ini pun disambut baik warga binaan diantaranya Abu Mansyur yang keseharian merupakan tahanan tamping bidang kerohanian. "Saya bersyukur sekali dengan diresmikannya pesantren di Lapas ini, dapat menambah ilmu pengetahuan dan bisa jadi bekal saya jika bebas kelak," kata Mansyur.
Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh warga binaan dan pegawai Lapas Tenggarong yang sangat antusias dalam mendengar setiap ceramah yang disampaikan oleh ustaz Das'ad Latif, terkadang mengundang tawa dari para hadirin yang hadir. Sementara Jumadi sangat menyambut baik program pesantren lapas dan diharapkan dapat menghasilkan alumni-alumni yang berkualitas dan berwawasan keagamaan.
Di akhir ceramahnya, ust. Das'ad Latif menyampaikan bahwa apa yang dialami oleh seluruh warga binaan jangan dijadikan kesedihan tapi jadikan sebagai penyemangat, karena sesungguhnya mungkin inilah jalan menuju surga yang telah ditakdirkan oleh Allah, karena sesungguhnya jalan menuju surga itu gratis dan sebaliknya jalan menuju neraka itu harus berbayar.
"Coba kita renungkan kita diwajibkan salat itu gratis, kita diwajibkan puasa juga gratis, dianjurkan dzikir juga gratis, itu semuanya jalan menuju surga, sedangkan jalan menuju neraka itu sebenarnya mahal dan berbayar misal, judi, main perempuan dan sebagainya," kata Das’ad Latif.
Penulis: */Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur