Perwakilan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memantau langsung kegiatan ini yang berlangsung sejak pagi tadi.
Nurul Jamal, Perwakilan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kepada korankaltim.com mengaku sangat bangga dan senang atas vaksinasi massal yang antusias diikuti ratusan orang ini.
"Ini diluar ekspektasi kami, surprise saat masuk ke gedung dan saya sangat bahagia, saya pikir hanya beberapa orang saja yang datang tapi ternyata 400 sampai 500 orang yang hadir dibagi di tiga lokasi. Dan ini sangat membanggakan bagi kami," kata Jamal kepada awak media disela-sela kegiatan vaksinasi.
Upaya vaksinasi calhaj ini sebagai persiapan pemerintah Indonesia menyikapi rencana keberangkatan calhaj Indonesia tahun ini sehingga harus dipersiapkan meskipun belum ada kepastian kapan pemerintah Arab Saudi membuka pintu masuk untuk jamaah haji dari Indonesia.
"Paling tidak kami sudah menyiapkan jamaah haji, jadi ketika Arab Saudi membuka perjalanan haji dari Indonesia sudah siap, karena bagaimanapun mekanismenya jamaah haji tetap harus divaksin," sebut Jamal lagi.
Syarat yang memang harus dipenuhi bagi calhaj ialah wajib vaksin yaitu vaksin meningitis dan vaksin Covid-19. Jamal menegaskan tidak ada evaluasi atau catatan serius untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah Kukar, justru menurutnya apa yang telah dilakukan ini bisa menjadi percontohan tidak hanya bagi Kalimantan Timur, namun juga seluruh daerah yang ada di Indonesia.
"Ini sangat baik sekali dan ini bisa jadi percontohan pelaksanaan vaksinasi calon jemaah haji bukan hanya di Kalimantan tapi bisa untuk seluruh Indonesia," tutup Jamal.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur