“Sarang burung walet menjadi salah satu sektor yang dapat menunjang untuk meningkatkan PAD.Sarang burung walet ini kan kalau dihitung-hitung jumlahnya se-Kukar kan luar biasa dan potensial,” kata Rasid kepada korankaltim.com, Rabu (10/3/2021).
Politisi Partai Golkar ini mengakui selama ini Kukar mengandalkan PAD dari sumber daya alam, yakni tambang batu bara dan migas. Namun sejauh ini sektor perkebunan juga menjadi salah satu penyumbang peningkatan PAD.
Khusus PAD pada sarang burung walet, hingga saat ini pemanfaatan untuk berkontribusi pada peningkatan PAD belum dirasa maksimal, padahal DPRD Kukar sendiri telah melakukan penguatan yakni dengan membuat Perda khusus sarang burung walet.
“Jadi kesannya lewat-lewat saja, yang untung ini kan yang mengekspor, padahal kami dari DPRD sudah memberikan penguatan dengan membuat Perdanya” ungkapnya.
Rasid pun berharap PAD dari sektor sarang burung walet ini bisa terkelola dengan baik, sehingga dapat menjadi penambahan PAD untuk Kukar. Selain itu juga pemerintah dirasa perlu memperhatikan sumber PAD dari sektor perikanan dan pertanian dalam arti luas, karena dua sektor ini juga dapat menjadi sumber PAD Kukar untuk jangka panjang.
"Tujuannya agar tidak selalu bergantung pada batu bara dan migas saja. Kalau batu bara dan migas ini kan ke depan pasti akan habis,” demikian Rasid.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan