"Kami menolak dan tidak berharap penyertaan modal, sudah bukan jamannya lagi kita menyusu ke pemerintah, justru harus dibalik, harusnya kitalah yang memberikan susu kepada daerah sebagai bentuk dedikasi kita," kata Arief kepada korankaltim.com, Selasa (9/3/2021).
Arief menjelaskan, pada prinsipnya seluruh Perusda-perusda yang ada di seluruh Indonesia harus mengubah paradigma untuk tidak ketergantungan lagi dengan pemerintah daerah.
"Paradigmanya harus diubah dan biarlah hal ini dimulai dari pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara dan insyaAllah kita jadi trendsetter untuk seluruh Perusda khususnya untuk Perusda di Kutai Kartanegara dan Kalimantan," jelasnya.
Untuk upaya itu marilah dimulai dari diri sendiri, dari hal kecil dan mulai dari sekarang KSDE siap akan menjadi penyumbang bagi daerah.
"Kami siap menyumbang meskipun tidak besar-besar yang penting pasti dan lebih baik lagi tidak menggunakan penyertaan modal," paparnya.
Pada dasarnya dengan nama Perseroda KSDE sebenarnya adalah modal yang besar untuk kemudian dibawa sebagai tanggung jawab menjaga amanah guna mengembangkan Perusahaan yang mampu berkontribusi positif bagi daerah.
"InsyaAllah kalau kita dari kalangan profesional dan dari dunia usaha, modal itu tidak perlu diberi, jadi modal itu bisa dicari atau diperoleh, banyak perbankan kita membuka diri dan bunga di perbankan sekarang juga cukup kecil 7-8 persen itu tentunya membuka dunia usaha untuk berkembang dan tumbuh," terangnya.
Arief kembali menegaskan, Perseroda KSDE tahun ini mampu memberikan deviden lebih besar dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp3,8 miliar.
"Dan janji itu akan saya penuhi, kita akan berikan di tahun 2021 ini, Rp3,8 miliar itu bisa kita cari InsyaAllah mudah-mudahan dari core bisnis kita yang baru yakni agro forestry, pertanian, properti dan yang lama kelistrikan dan sumberdaya energi sudah menghasilkan tersendiri. InsyaAllah Rp3,8 miliar di tahun ini untuk bisa dicapai sampai 31 Desember, optimis dan sangat optimis InsyaAllah lebih dari pada itu," pungkasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan