"Ke depannya seluruh stakeholder ada perubahan untuk memperbaiki jika menemukan kekurangan. Misalnya, ada beberapa yang dikerjakan namun tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Makanya ke depan basis datanya harus betul-betul akurat, jadi tidak boleh lagi bekerja tidak berbasis kepada data,” katanya saat dikonfirmasi korankaltim.com, Kamis (4/3/2021).
Edi mengungkapkan kegiatan kemarin merupakan rangkaian dari tahapan proses visi misi yang akan dimasukkan ke dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daera (RPJMD) Kukar. Adapun sektor yang diprioritaskan ialah pertanian dalam arti luas, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), bidang pendidikan, infrastruktur dan kesehatan.
Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan RPJMD dan Rencana Strategis (Restra). Sebab banyak prioritas nasional yang terintegrasi di daerah dikarenakan prioritas nasional lokusnya ada di daerah. Sehingga Pemkab Kukar harus menyesuaikan hal itu sebagai sinergitas dari sisi pembiayaan APBD dan APBN.
Kukar di bawah kepemimpinan Edi - Rendi juga akan mengoptimalkan potensi-potensi pendapatan dan bersinergi dengan program tanggung jawab sosial dari perusahaan (TJSP). Oleh karena itu ditegaskan jangan sampai pola pikir kepala OPD dan jajaran hanya mengandalkan kekuatan APBD.
“Makanya di dalam penyusunan RPJMD ini, Renstranya ada blueprint disetiap bidang itu, jadi nanti kalau kita sudah punya blueprint, ada perencanaannya tinggal koordinasikan. jadi ada sharing pembiayaan dengan TJSP,” tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan