“Vaksin gotong royong itu untuk wisata, jadi yang berada di badan usaha bukan menggunakan vaksin yang ada yang sekarang ini, jadi vaksin gotong royong itu pihak badan usahannya yang membeli, dan karyawannnya mendapatkan gratis,” kata Yuli sapaan akrabnya saat dikonfirmasi korankaltim.com, Selasa (2/3/2021).
Yuli menyebut, saat ini vaksin gotong royong belum dimulai namun diharapkan para pelaku usaha sudah sejak sekarang melakukan pendataan kepada seluruh karyawan di masing-masing bidang usaha yang digeluti.
“Saat ini belum dimulai sih, tapi kami menyarankan hal ini sudah harusnya mulai dilakukan pendataan, karena tahapannya sama dengan vaksin yang ada ini juga kan, jadi ketika vaksinnya sudah siap maka data sudah siap juga, karena mendata juga tidak mudah,” paparnya.
Ia menjelaskan, target nasional program vaksinasi ini ialah 70 persen, dan dengan dukungan vaksinasi gotong royong yang terkonsep dari jargon Bupati Kukar yakni 'betulungan etam bisa' (Bahasa Kutai yang diartikan secara umum menjadi Saling Bantu Kita Bisa), maka target 70 persen program vaksinasi untuk lingkup Kukar secara optimis bisa dicapai.
“Kami mendorong target nasional tercapai dengan baik, kami menyesuaikan dengan penuh tanggung jawab dan komitmen tinggi dengan betulungan tentu etam bisa termasuk pada program vaksinasi ini,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kukar Edi Damansyah menegaskan, untuk di Kukar ditargetkan capaian vaksinasi secara lingkup daerah bisa mencapai diatas 70 persen. “Kita harapannya ditargetkan diatas 70 persen, tentu hal ini bisa kita capai dengan peran serta dunia usaha melalui forum TJSP dengan bisa memberikan fasilitasi yang ada di area wilayah beroperasinya perusahaan,” tegasnya.[]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi