Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, merupakan salah satu orang yang diambil darahnya. Namun darahnya itu harus melalui proses screening, dipastikan dahulu darah tersebut tidak terinfeksi virus dan antibodinya memenuhi syarat.
"Darah saya diambil, kemudian saya diperiksa. Kalau dianggap saya sehat, darah saya bisa dimanfaatkan untuk orang lain, insya Allah saya akan mendonorkan darah saya untuk yang sakit," kata Sunggono kepada media.
Sunggono diketahui pernah terpapar Covid-19 pada September 2020 lalu dan kemudian dinyatakan sembuh. Dalam rentang waktu satu bulan pasca kesembuhan, antibodi penyintas Covid-19 terbentuk dan bisa didonorkan. Namun dianjurkan pula agar darah penyintas Covid-19 ini didonorkan dalam rentang waktu kurang dari tiga bulan mengingat antibodinya sudah melemah.
Sunggono berharap darahnya ini dapat berguna bagi penderita Covid-19 yang sedang dirawat. Kemudian dia berterimakasih kepada pemerintah pusat yang telah membantu dengan alat Afaresis ini.
Dia juga mengimbau agar para penyintas Covid-19 lainnya dapat mendonorkan darahnya untuk kepentingan percepatan pemulihan para penderita Covid-19 di Kukar.
"Supaya herd imunity di Kukar ini bisa cepat tercapai," demikian Sunggono.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan