Namun, masih ada sedikit kendala pada supporting system yang ada di kantor pos. Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas dan mempermudah layanan kepada para wajib pajak untuk membayar.Khususnya para Wajib Pajak (WP) yang berada di kecamatan dan desa-desa, yang selama ini membayar secara tunai, mungkin bisa membantu proses transisi pembayaran online, dari tunai ke nontunai.
“Kan ada masa transisi rata-rata masyarakat masih banyak yang inginnya manual, ada kuitansi begitu. Kita berikan pilihan seluas-luasnya, itu strategi kita,” jelasnya. Meskipun sudah menyiapkan berbagai sistem layanan pembayaran lewat online, ATM, Indomaret, OVO, GOPay, PAYKaltimtara kerjasama dengan Bankaltimtara dan sebagainya, Bapenda juga turut menggandeng PT Pos.
Nantinya PT POS akan bekerjasama dengan BUMDes, kemudian unit-unit pembantu, sehingga di setiap desa bahkan dusun nantinya akan ada layanan pembayaran pajak. “Nanti kalau mau bayar lewat itu aja bisa. Kalau dulu menunggu surat pemberitahuan pajak terutang. Segera bayar nggak perlu nunggu tagihannya. Ini yang akan kita sosialisasikan ke masyarakat,” terangnya.
“Sehingga tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak meningkat, karena di Kukar sendiri, tingkat kepatuhan bayar pajak masih rendah,” timpal Totok. Sementara itu, Kepala Kantor Pos Tenggarong, Wahyu Widodo akan fokus bekerjasama dengan BUMDes yang tersebar di kecamatan yang jauh dari perkotaan.
Nantinya BUMDes tersebut akan berdayaguna dan memiliki usaha sampingan. “BUMDes ini ada 184 diseluruh Kukar, kita gandeng untuk menjadi agen pos, khususnya untuk pembayaran online. Karena modalnya cuma handphone, nanti disambungkan dengan printer bluetooth saja bisa,” paparnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan