"Belum bisa kita simpulkan, karena ini ada kaitannya dengan masalah aplikasi pelaporan di Kemenkes," kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kukar, Martina Yulianti pada 10 Desember 2020.
Lonjakan kasus ini terpantau paling banyak berasal dari hasil pemeriksaan swab seusai Pilkada 2020, terhitung 10 - 14 Desember. Kasus yang berasal dari hasil pemeriksaan Swab pada 7 - 8 Desember 2020 masih bisa dihitung dengan jari.
Setelah dikonfirmasi kembali pada hari ini, Martina mengungkapkan, gangguan aplikasi pelaporan dari Kemenkes yang mengalami gangguan tersebut menyebabkan lonjakan kasus tersebut terjadi pada hari ini.
"Aplikasi NAR (aplikasi pusat terkait pencatatan) mengalami gangguan, sehingga kita tidak bisa input," bebernya.
Perlu diketahui, hanya data kasus yang sudah masuk ke dalam aplikasi pelaporan NAR yang bisa dirilis kepada publik. Akbiat gangguan ini, lonjakan kasus tersebut merupakan kasus-kasus yang belum terikis akibat gangguan serverr di pusat dalam beberapa hari terakhir.
"Baru saja bisa menginput, sehingga itu tabungan kasus beberapa hari. NAR ini server-nya di pusat, seringkali ada kendala," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan