"Itu didistribusikan oleh pusat, terus ke provinsi," kata Martina, Selasa (15/12/2020).
Diketahui, Kementerian Kesehatan (Menkes) RI melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9860/2020 menetapkan enam vaksin dari produseyang berbeda untuk dipergunakan di Indonesia.
Yakni vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma, AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.
Soal kapan vaksin tersebut akan terdistribusi ke Kukar, Martina menyebutkan belum tahu pasti.
Yang jelas, kata dia, skema awal yang direncanakan oleh pemerintah adalah 30 persen vaksin gratis, dan 70 persen vaksin mandiri atau berbayar.
"Yang jelas, ada kategori yang dapat gratis ataupun mandiri," ujarnya.
Pada tahap pertama ini, Pemerintah memprioritaska tenaga kesehatan untuk divaksin. Pemkab Kukar pun sebelumnya telah melakukan pendataan terhadap tenaga kesehatan di Kukar.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan