Ia mengatakan, kejadian tersebut bermula pada 6 Desember malam, Ahmad melakukan chat dengan temanya. Selanjutnya Ahmad melakukan foto Selvi dan di kirim ke temannya tersebut.
Keesokan harinya, Ahmad mengirim fotonya tersebut ke group WhatsApp bernama “Pencinta dan Pembela Ulama”.
Kemudian pada 8 Desember, Ahmad kaget karena foto dikirim tersebut menjadi viral dengan narasi “Foto jenazah ialah seorang Laskar FPI tersenyum saat meninggal”.
“Sementara, Ahmad adalah saksi dan korban karena dia tidak tahu, siapa yang mengedit dan memviralkan foto tersebut,” kata AKBP Irwan saat press rilis di Mapolres Kukar, Jumat (11/12).
Irwan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pelaku penyebar foto hoax tersebut.
“Pelaku penyebar dan yang mengedit adalah orang luar Kukar dan kasus tersebut sudah ditangani Bareskrim Mabes Polri,” katanya.
Sementara, Ahmad Mujahid mengaku menyesal atas kejadian tersebut. “Saya menyesel, ini adalah dosa besar karena merugikan orang banyak. Saya juga sudah mengklarifikasi foto tersebut, ini hoax,” jelasnya.
Ahmad mengaku memposting foto tersebut di media sosial hanya untuk candaan. “Saya tidak menyangka ini jadi viral,” tandasnya.
Penulis : */sabri
Editor : Bambang Irawan