“Namun Qadarullah kami baru bisa mencapai angka itu untuk seluruh wilayah Kukar, tapi sudah lebih dari 50 persen,” jelas Wahyudi, Selasa (8/12/2020).
Indonesia sendiri telah menyalurkan sebanyak 610 ton beras keseluruh Indonesia. Urutan pertama sendiri diduduki oleh Bandung dengan kontribusi penyaluran beras sebanyak 105 ton. “Posisi itu dilihat dari tonasenya, jumlah beras yang telah disalurkan,” ucapnya.
Wahyudi menjelaskan, sejauh ini masih memiliki beberapa kendala, seperti orang tua asih dan donatur yang masih kurang. Namun, sejauh ini tercatat ada 3.000 donatur yang aktif di Paskas Kukar.
Lalu, anggota paskas yang hanya berjumlah 150 orang, mereka kesulitan untuk menyalurkan beras ke berbagai tempat dengan jumlah tenaga yang sedikit dan perlu kendaraan lebih banyak. Ia mengaku, paskas Kukar belum memiliki kendaraan khusus untuk menyalurkan beras, sejauh ini para anggota masih memggunakan kendaraan pribadi mereka masing-masing.
“Kesulitan, banyak sekali. Kami harapannya pemerintah Kukar bisa berikan bantuan berupa kendaraan seperti pick up untuk dipakai antar beras tiap bulannya,” jelasnya.
Pihaknya sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari warga Kukar agar dapat berinfaq setiap bulannya, serta ikut terlibat mendonasikan dan menyisihkan sebagian rezekinya untuk anak yatim piati di panti asuhan dan anak-anak penghafal Al-Qur’an. “Bisa menyumbang dengan dana, bisa juga dengan beras,” ujarnya.
Ia menambahkan, satu santri mendapat 7kg beras setiap bulannya. “Misal ada data santri lima ribu, berarti kita butuh 35 ton, sesuaikan dengan datanya,” katanya.
Selain itu, pihak paskas mengatakan senang bisa berbagi. Menurutnya kebahagiaan yang mereka dapat adalah dengan membahagiakan orang lain. “Sukanya kami bahagia dengan membahagiakan sahabat yatim, dan penghafal Al-Qur’an,” pungkasnya.
Penulis : Lodya Astagina/PusaranMedia.com
Editor : Bambang Irawan