"Belum, saya tadi lewat situ mati lampunya. Kalaupun uji coba pasti kawan-kawan dinas teknis memberitahukan terlebih dulu ke saya. Dari hasil rapat koordinasi dua pekan lalu seperti itu, mungkin pekerja tadi ngetes maha kalok (aja mungkin)," kata Chairil kepada korankaltim.com, Kamis (3/12/2020).
Sementara itu Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Slamet Hadiraharjo mengungkapkan, dinyalakannya lampu sorot pada malam ini hanya sekedar untuk mengetahui sudah berfungsi atau belum kabel rangkaian yang menyalurkan daya listrik ke lampu sorot warna warni.
"Itu ngetes saja untuk membuktikan kabel itu ada strumnya atau tidak kan kalau ngetes siang gak bisa jadi malam biar kelihatan. Itu belum selesai kan baru lampu sorotnya itu, nanti ada lampu dotnya lagi," kata Slamet.
Diketahui, pengerjaan lampu hias Jembatan Kartanegara ini ditargetkan 20 Desember baru rampung 100 persen. Setiap harinya kecuali terjadi hujan deras, para pekerja terus melakukan pekerjaan pemasangan lampu hias yang menghabiskan anggaran Rp6,8 miliar ini.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Bambang Irawan