“Pemerintah kita memang tidak melarang dan tidak juga membolehkan, yang pasti pemerintah netral saja tapi memang seruan kami kepada seluruh masyarakat muslim dan ini seruan seluruh Ormas-ormas Islam sebagai bukti cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,” katanya kepada korankaltim.com, Jumat (6/11/2020).
Mulai detik ini, Untung menegaskan sebagai umat muslim yang cinta terhadap agama dan junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, tidak lagi menggunakan dan mengkonsumsi produk apapun yang berasal dari Negara Prancis.
“Ditegaskan kembali mari kita tidak usah pakai minum Aqua lagi, kita pakai produk lokal seperti air kemasan lokal Tuah Bumi dan produk lokal lainnya. Hikmah dari kejadian ini sambil mulai sekarang kita sebagai umat Islam itu belanjalah di warung sesama muslim,” tegasnya.
Selain mengajak beralih dengan mengutamakan membeli barang dagangan hasil usaha sesama saudara muslim, Untung juga menyebutkan momentum gerakan boikot produk Prancis ini sebagai tonggak awal kebangkitan meningkatkan produksi dalam negeri.
“Mulai sekarang mari kita memakai produk-produk dalam negeri, hikmahnya kejadian ini kita ubah kebiasaan kita dengan membeli dan menggunakan produk-produk dalam negeri Indonesia. Orang kita mampu dan produknya juga tidak kalah serta mampu unggul dengan produk luar,” sebutnya.
Ketika ditanya apakah ada seruan tindakan nyata untuk menghalangi produk-produk Prancis agar tidak lagi masuk ke Indonesia khususnya ke Kaltim, Untung menyampaikan terkait hal itu ada pihak berwajib yang lebih berwenang.
“Yang pasti bukan wewenang kami karena kami ormas Islam dan Yayasan Pendidikan Nurul Ilmi serta ormas-ormas Islam lain hanyalah mengimbau seperti hanya Fatwa MUI yang menekankan kepada umat Islam,” ucapnya.
“Diharapkan umat Islam Indonesia patuh dengan MUI, jangan sampai imbauan MUI itu lenyap begitu saja, dan sekarang ini situasi akhir zaman itu yang patut kita ikuti itu adalah ulama-ulama yang lurus seperti Majelis Ulama Indonesia,” pungkas Untung.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan