Hal ini menunjukan kasus terkonfirmasi positif terus mengalami trend peningkatan yang terbilang cukup masif. Peta resiko yang dirilis melalui website resmi pemerintah https://covid19.go.id menunjukkan, Kutai Kartanegara satu- satunya daerah yang berstatus zona merah.
Kepala Dinkes Kukar Martina Yulianti mengatakan permasalahan Covid-19 ini telah dilakukan dengan upaya tracing dan testing yang sudah baik. Namun trend kasus saat ini memang sedang mengalami kenaikan signifikan, di Kaltim secara umumnya.
Ditambah lagi, kota Tenggarong dan Samarinda berdempetan. Masyarakat juga memiliki kepentingan yang menyebabkan mereka harus pulang pergi baik dari kota Tenggarong ke Samarinda, maupun sebaliknya.
"Jadi kita gencarkan saja tracing dan testing-nya, kemudian berusaha memperbaiki layanan kasus berat sampai kritis," tutur Martina, Sabtu (31/10/2020). Soal kerincian data, pihaknya mengaku sangat konsen soal data. Proses input data tidak dilakukan secara manual, dan tidak ada kasus yang disembunyikan.
Angka sebanyak itu merupakan data yang sebenar-benarnya. Dari sini, Martina menginginkan Covid-19, dengan segala macam kontroversi di medsos dan sebagainya, tidak lagi dianggap sebagai teori konspirasi atau hanya mengada-ada oleh masyarakat. "Di RS itu banyak yang dirawat dengan status Covid berat, tidak mengada-ada," ungkapnya.
Jika masyarakat merasa pernah memiliki kontak ataupun memiliki gejala yang mengarah pada penyakit akibat Covid-19, segera laporkan ke petugas. Hal itu agar penyebaran Covid-19 dapat diantisipasi dan kesempatan kesembuhannya juga lebih besar jika dilaporkan lebih awal. "Tapi kalau lambat diketahui, virus keburu beranak pinak banyak, kerusakan yang ditimbulkan juga berat," demikian Martina.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan