“Kalau bisa sih menggunakan dana sendiri, tapi kami koordinasi dan panggil PU untuk menilai kira-kira berapa untuk mengalihkan anggaran. Tapi memang cukup besar dana yang dibutuhkan. Sehingga tidak mungkin kalau mengalihkan anggaran,” kata Ridha kepada korankaltim.com, Jumat (30/10/2020).
“Akhirnya PU berjanji untuk mengerjakan karena kan di PU itu ada anggaran khusus untuk perawatan dan perbaikan gedung-gedung pemerintahan,” timpalnya. Sekwan mengungkapkan, semua proses administrasi surat-menyurat yang diperlukan oleh Dinas PU untuk menjadi dasar pekerjaan perbaikan sudah rampung sejak seminggu setelah peristiwa terkoyaknya atap DPRD Kukar.
“Hampir sebulan lalu prosesnya, begitu ada peristiwa, seminggu langsung sudah selesai kita tindak lanjuti apa yang diminta PU. Namun hingga saat ini ya belum bisa kita tetapkan target karena yang mengerjakan kan mereka,” ungkapnya. Ridha menyebutkan, upaya yang sudah dilakukan sejauh ini oleh Sekretariat DPRD Kukar ialah pemasangan terpal guna melindungi asset yang ada di bawahnya.
“Untuk Komisi I dan kegiatan rapat dialihkan di ruangan fraksi PAN yang lantai bawah kan di ruangan itu luas juga, kemudian juga sebenarnya anggota tidak terlalu terganggu, karena kan masing-masing anggota memiliki ruangan kerja sendiri-sendiri,” sebutnya.
“Harapannya tahun ini juga, semakin cepat semakin baik, yang jelas kita tidak bisa juga mendesak-desak. Kami koordinasi terus dan kami menanyakan langsung dengan mereka, yang pasti berproses lah masih,” pungkas Ridha.[]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi