Digagas untuk menjadi role model berbasis keterpaduan demplot pertanian, perkebunan, perikanan hingga peternakan.Saat ini sudah terbuka lahannya seluas tiga hektare. Kawasan ini juga bakal dilengkapi infrastruktur rumah singgah, lantai pengering, hingga kantor kecil.
Mayjen TNI Heri Wiranto mengapresiasi kiprah Kodim 0906/TGR dalam program ini, yang pengembangannya dilakukan dengan akselarasi tinggi. Apalagi pandemi Covid-19 kini yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir, ketersediaan cadangan pangan setidaknya dapat mengurangi dampak terhadap masyarakat jika situasi terburuk terjadi nantinya.
"Karena saya pengen cepat, segera kita bergerak. Akselarasi memang, delapan hari sudah tiga hektare, mudah-mudahan nanti satu bulan kedepan sudah sampai bukit sana (100 hektar)," ujar Heri kepada awak media.
Pemerintah pusat, kata dia, memerintahkan langsung untuk membuka cadangan pangan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara. Namun Kodam VI/Mulawarman beserta satuan kewilayahan di bawahnya ingin menunjukan pihaknya bisa berbuat lebih. "Hari ini baru satu alat berat, besok akan saya turunkan alat dari Kodam beserta pasukan," tegasnya.
Dandim 0906/TGR, Letkol (Inf) Charles Alling menyebutkan, kawasan ini mendapat atensi dari Kepala Staf Angkatan Darat. Diketahui belum ada satuan kewilayahan yang menginisiasi program ini selain Kodim 0906/TGR.
Nantinya program ini dikelola bersama petani dan pemerintahan Desa Tanjung Batu. "Target penyelesaiannya akhir 2020 mendatang," pungkasnya. Kunjungan ini ditutup dengan pemberian alat mesin pertanian kepada petani setempat oleh Pangdam VI/Mulawarman.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan