Chairil mengungkapkan, pada saat dirinya masih menjabat Asisten I, OPD teknis terkait sudah melakukan berbagai macam kajian terkait kebutuhan penerangan, khususnya lampu Jembatan Kartanegara yang menghubungkan Tenggarong Kota dan Tenggarong Seberang. Jembatan Kartanegara ini menjadi salah satu ikon di Kutai Kartanegara, oleh karenanya lampu hias tematik ini diyakini, selain untuk kebutuhan penerangan juga sebagai bentuk ciri khas yang dimiliki Kukar serta menjadi magnet untuk sektor pariwisata.
"Iya memang jadi kebutuhan, jadi kalau ada suara-suara begitu ya wajarlah karena ada yang pro ada yang kontra," ungkapnya.
Kalau yang pro ya bilang, apa itu kayak jembatan hantu saja kalau tidak ada lampunya, masuk kota Tenggarong seperti kota mati saja kalau jembatan ga ada lampunya," timpal Chairil.
Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Slamet Hadiraharjo, menegaskan proyek pemasangan lampu hias tematik Jembatan Kartanegara saat ini masih tahap pengerjaan dan jika sesuai kontrak akan berakhir dan rampung pada 20 Desember 2020.
"Saat ini terus pengerjaan dilakukan pada siang hari. Waktu pengerjaannya itu sampai 20 Desember, kita doakan sama-sama semoga lancar dan akhir tahun ini lampu tematik hias warna-warni yang bisa berubah-ubah itu sudah bisa kita nikmati pada tahun ini," tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan