“Jadi usaha MGRM diluar pengawalan partisipasi interest itu ada yang bersifat bisnis strategis, baik yang tahunan maupun bisnis jangka panjang, bisnis pertama adalah tangki timbun bekerjasama dengan PT Petro TNC,” kata Iwan kepada Korankaltim.com, Minggu (20/9/2020).
Iwan menjelaskan, dipilihnya PT Petro TNC sebagai mitra strategis karena PT Petro memiliki jaringan akses yang luas sehingga tentu akan membuka peluang bagi PT MGRM untuk membuka bisnis-bisnis lainnya.
“Untuk tangki timbun itu bukan kami ownernya. Kami kerjasama dengan PT Petro, rencana awal hanya di samboja, sekarang udah fix dibuat 3 titik Sanga-Sanga, Indramayu dan Cirebon. MGRM akan punya saham 10 persen pada tiap unit. Kemudian industri petrokimia Caprolactam di Marangkayu yang menggunakan bahan baku dari limbah industri gas, itu kegiatannya,” jelasnya.
Kemudian lanjut Iwan, pihaknya juga akan melakukan upaya pembangunan Kilang Mini Gas To Liquid di Bontang. Juga bermitra dengan perusaahaan swasta yang berpengalaman untuk pengadaan pada Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sangasanga, dan lainnya.“Dan yang paling strategis adalah bagaimana MGRM bisa mendapatkan saham 39 persen di blok Mahakam ini. Tentu kami memerlukan orang-orang yang kompeten untuk hal ini,” tegasnya.
Menjadi catatan penting, Kukar tentunya patut berbangga, meskipun PT MGRM ini merupakan perusahaan pelat merah, namun sudah mendapatkan kepercayaan untuk menjalin kerja sama sebagai mitra bisnis oleh perusahaan yang memiliki akses strategis hingga level internasional.
“Kami perlu sampaikan, semua usaha ini, adalah untuk meningkatkan kontribusi kepada peningkatan ekonomi Kukar. Kenapa kita harus mencari mitra kerja yang strategis karena tidak mungkin hanya dengan dana sendiri dalam financing semua bisnis ini,” pungkas Iwan.[]
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi