Enam Dokter Internship Positif Covid-19, Seluruh Tenaga Kesehatan di Puskesmas Rapak Mahang Diswab
2 menit baca3.738 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Puluhan Tenaga Kesehatan (nakes) di Puskesmas Rapak Mahang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar menjalani pemeriksaan swab.
Pimpinan Puskesmas Rapak Mahang Immanuel Robert mengaku sebelumnya ada 21 dokter yang menjalani Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) yang terbagi menjadi tiga gelombang, ada kelompok A, B, dan C. Dalam satu kelompok terdapat tujuh orang dokter internship.
"Bulan pertama itu kelompok A dan berakhir Februari, kemudian dari Februari sampai Juni kelompok B, lalu dari Juni itu kelompok C, yang harusnya Oktober baru selesai, tapi dipercepat, jadi Agustus dah selesai," ujarnya, Sabtu (12/9/20).
Robert, sapaan akrabnya, menjelaskan jika sebelum pulang ke rumah masing-masing, para dokter internship ini wajib melakukan tes swab dan karantina terlebih dahulu. "Jadi ketika diswab hasil 21 orang itu semua negatif. Kemudian, tidak diinformasikan kalau ada enam orang itu hasilnya meragukan. Nah enam orang itu diperiksa ulang, dan hasilnya dikonfirmasi positif," jelasnya.
"Seluruh dokter internship ini melakukan tes swab ketika sudah selesai menjalani PIDI di Puskesmas Rapak Mahang. Tapi bukan fase yang terakhir pas internship di tempat kita (di puskesmas) tapi di RSUD AM Parikesit, udah di RS mereka dinas," sambungnya.
Ada 53 nakes di Puskesmas Rapak Mahang yang jalani tes swab. Hal ini dilakukan bukan karena nakes melakukan kontak langsung dengan dokter internship ketika bekerja di puskesmas. Tetapi dikhawatirkan mereka melakukan kontak ketika sedang bertemu di luar. "Bukan kontak di puskesmas sih, cuma kontak dengan mereka (dokter internship) pergaulan sering main di luar hari-hari. Main bulutangkis, mereka mancing, akhirnya kami swab," jelas Robert kepada Korankaltim.com.
Syukur Alhamdulillah, lanjut Robert, sampai detik ini tes swab untuk seluruh tim nakes puskesmas Rapak Mahang hasilnya negatif.
Tes swab kepada nakes tidak dilakukan secara serempak, tapi bergantian. Robert mengaku puskesmas harus tetap melayani masyarakat sesuai dengan instruksi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Martina Yulianti.
“Kita swabnya seperti ini, kita swab dulu kemarin 21 orang itu Jumat (14/8/20), kemudian yang lain tetap bekerja, gantian. Kemudian swab lagi 9 orang, Rabu (26/8/20) dan 23 orang kemarin Sabtu (5/9/20). Jadi kita tidak ingin puskesmas ini tutup untuk melayani masyarakat, karena itu instruksi dari kepala dinkes,” sebutnya.
Tim nakes diperbolehkan untuk istirahat di rumah sembari menunggu hasil swabnya keluar. " Ini cuma swab saja, kalau hasil swabnya empat hari baru keluar, ya empat hari juga istirahat di rumah," ucapnya.
Hingga saat ini puskesmas Rapak Mahang tidak membatasi jumlah pengunjung dan terus menerima pelayanan." Belum ada pengurangan kok, jam operasional juga seperti biasa. Jam 7.30 sampai 14.30 dari hari senin-kamis, Jumat sampai jam 11 siang, dan Sabtu sampe jam 13.00," katanya.
Selain itu, ia juga selalu mengimbau tim nakes di puskesmas Rapak Mahang untuk selalu disiplin dengan protokol kesehatan dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar. Selalu mencuci tangan, menggunakan masker, kemudian menghindari kerumunan serta menjaga jarak.
Penulis : Lodya Astagina
Editor: bambang irawan










