"Saya dapat data dari BPJS ketenagakerjaan itu, tahap pertama ini sudah 931 orang, dikirim langsung ke rekening," kata Hamly kepada Korankaltim.com, Sabtu (28/8/2020).
Diketahui, Presiden Joko Widodo secara resmi meluncurkan program bantuan ini pada Kamis (27/8/2020). Peluncuran tersebut sekaligus menyalurkan bantuan tahap pertama bagi pekerja yang terdata dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Nominalnya Rp600.000. Disalurkan empat bulan. Penyaluran tahap pertama ini diberikan kepada 2,5 juta pekerja yang datanya telah tervalidasi.
Di Kukar, lanjut Hamly, ada sebanyak 29 ribu pekerja terdata dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Dari jumlah tersebut, belum diketahui pasti berapa pekerja yang terlayani bantuan ini.
Sementara itu, target penyaluran secara nasional adalah sebanyak 15,7 juta orang. BPJS Ketenagakerjaan diketahui mencicil data tersebut untuk diserahkan ke Kemenaker RI agar dapat terakomodir program bantuan.
"Memang BPJS Ketenagakerjaan mencocokkan data itu karena ada juga pekerja yang belum memiliki rekening atau menentukan satu rekening untuk penyalurannya," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi