Seiring terjadinya pertambahan kasus ini, timbul pertanyaan Apakah kasus Covid-19 di Kukar dapat terkendali ataukah belum?
Untuk menentukannya, maka perlu dihitung perbandingan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dengan total tes pemeriksaan di Kukar.
Dengan ketersediaan alat diagnosa dan upaya tracing yang terbilang baik di Kukar, maka sudah mendukung untuk menghitung angka positivity rate tersebut.
Data yang didapat media ini, total tes pemeriksaan swab sebanyak 1.883 orang. 312 diantaranya terkonfirmasi positif dan 1.571 lainnya negatif Covid-19.
Jika di hitung, presentasinya adalah 16.56 persen. Ini menunjukan masih melebihi persentase batas ideal WHO sebesar 10 persen. Angka ini juga lebih tinggi dari presentase positivity rate nasional sebesar 12,7 persen.
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Kukar, Martina Yulianti menyebutkan, jumlah penderita positif tidak bisa dijadikan patokan bahwa suatu daerah telah gagal atau berhasil mengendalikan Covid-19.
Angka positivity rate ini lah yang menjadi acuannya. Dengan catatan, aktivitas tes dan tracing-nya benar-benar optimal.
"Kalau misalkan di suatu tempat itu kasusnya rendah, kita harus tanya positif rate-nya berapa sih. Kalau positif rate-nya 50 persen, namun yang diperiksa hanya 100 orang. Itu tidak menggambarkan keadaan daerah sepenuhnya," jelas Martina kepada Korankaltim.com.
Martina memberi gambaran jika tracing di Puskesmas tidak berjalan dengan baik, maka tidak mencerminkan keadaan sebenarnya di suatu daerah.
Misalkan ketika ada kasus, kemudian tidak tindaklanjuti dengan tes dan tracing, ditambah lagi hasil PCR membutuhkan waktu lama. Angka kasus bakal rendah, namun potensi penyebarannya sangatlah besar.
Penurunan angka positivity rate ini, lanjut Martina, akan terus diupayakan oleh Gugus Tugas Kukar.
"Jadi janji saya positivity rate ini, kemudian data-data klaster di Kukar juga sedang kita himpun," ujarnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi