Ketua ISC Tenggarong Yudhistira Peniti mengatakan, ISC Tenggarong berdiri atas kerja keras rekan tenggarong sendiri dan support dari Dhanang Geviarto pada awal pembentukan. “Bukan tidak ingat sejarah berdirinya, tapi memang begitu kejadian sebenarnya,” ucapnya kepada Koran Kaltim kemarin
Menurut Yudhis, pasang surut dalam club adalah hal yang biasa. Mulai dari bearagam karakter anggota, keluar masuknya anggota. Setiap Club Idealnya Punya AD ART. Kalo sudah gabung dengan club yang bersangkutan berarti harus tunduk dengan AD ART Yang berlaku di club tersebut.
“Biasanya yang kebanyakan usul tapi prakteknya nol, rajin komplain, touring jarang ikut, nongol di grup WA cuma ada maunya, itu yang kita sebut anggota yang mainnnya kejauhan kopinya kurang pahit,” selorohnya.
Pria paruh baya ini berharap, diusia tiga tahun ini ISC Tenggarong berusaha untuk tetap dan terus semangat berpartisipasi di setiap kegiatan otomotif. Karena melalui otomotif ini lah bisa membawa nama daerah. Berpartisipasi mengikuti agenda kegiatan yang dilaksanakan IMI Kaltim salah satunya. ISC Tenggarong juga berpartisipasi Aktif dalam kegiatan kegiatan yang diadakan Otomotif Kukar Club (OKC).
“Harus bangga jadi orang Tenggarong, ikut kesana kemari kegiatan otomotif tidak bawa nama tenggarong, malah bawa nama kota lain ya percuma,” tegasnya
Untuk agenda dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan ISC Kaltim adalah agenda triwulan. 1 juli 2018 rencananya di Bontang ISC Kaltim akan mengelar acaranya. “ISC Tenggarong insya allah akan partisipasi aktif dengan datang pada acara ini. Pas ini momentnya sekalian silahturahmi habis lebaran, jangan punya starlet untuk dipajang di medsos aja, dipake touring yang jauh biar banyak teman bukan mengejar jempol di medsos,” pungkasnya. (*hei)