Melalui organisasi itu, Ia menekankan agar perempuan menjadi lebih mandiri. Tidak melulu bergantung dengan laki-laki, punya penghasilan sendiri atau minimal bisa membantu ekonomi keluarga.
Caranya, ibu-ibu diajak untuk menekuni usaha rumahan. Seperti jajanan khas daerah atau kerajinan tangan. Doktrin ini sudah ia sebarluaskan di 18 kecamatan di Kukar, 193 desa dan 44 kelurahan yang telah ia kunjungi.
“Saya ingin perempuan diberdayakan, bisa membantu perekonomian keluarga. Jadi perempuan mandiri, tapi tetap menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anak ketika di rumah,” ujar perempuan yang hobi memancing ini.
Maslianawati juga dipercaya sebagai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kukar. Organisasi yang berhubungan dengan produk-produk rumahan. Pun sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kukar. Tiga jabatan yang berkaitan.
Menurut ibu dari Wari Rahmadan dan Novia Wulandari ini, Kukar memiliki potensi yang besar, utamanya dalam pengembangan produk UMKM. Karenanya, PKK maupun Dekranasda berusaha keras agar perempuan di Kukar manfaatkan peluang itu untuk mendulang rupiah.
Sejauh ini, PKK dan pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah mensinergikan program. Dengan demikian, pelaku UMKM tak perlu khawatir dalam memasarkan produk.
Nantinya, juga akan dibangun pusat UMKM di Kukar, di bawah Jembatan Kartanegara. “Sejauh ini produk kita dibeli orang luar daerah, lalu diperjualbelikan. Mereka mengakui produk itu sebagai oleh-oleh khas daerah mereka. Padahal itu asalnya dari Kukar,” ujarnya.
Pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga dituntut berperan dalam memasarkan produk rumahan. “Kendala sekarang ini soao perizinan di BPOM, tapi itu proses yang memang harus dilewati,” imbuhnya. (*)
BIODATA
TTL : Tenggarong, 23 desember 1969
Suami : Edi Damansyah
Anak : - Wari Rahmadan
- Novia Wulandari
Orangtua : Imansyah N-Siti Hamidah.
Jabatan : - Bunda PAUD Kukar
- Ketua TP PKK Kukar
- Ketua Dekranasda Kukar
Hobi : Memancing