Sikap tersebut disampaikan langsung para pengurus cabor saat bertemu Bupati Frederick Edwin di kediamannya di Barong Tongkok Rabu (29/4/2026) malam tadi.
Mereka meminta pergantian kepemimpinan demi kelancaran pembinaan atlet dan persiapan menuju Porprov VIII/2026 di Kabupaten Paser November mendatang.
Ketua Kick Boxing Indonesia (KBI) Kubar Alsiyus menjelaskan, banyak persoalan yang selama ini dikeluhkan cabor, mulai dari pembagian anggaran yang dinilai tidak proporsional hingga minimnya perhatian terhadap kesejahteraan atlet.
“Pembagian dana tidak sesuai ketentuan, pembinaan atlet juga kurang. Termasuk soal bonus atlet yang tidak pernah diperjuangkan agar ditingkatkan. Ini yang menjadi keluhan atlet-atlet kita,” kata Alsiyus.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap motivasi atlet. Bahkan ada atlet berprestasi yang mulai berpikir pindah karena merasa tidak diperhatikan.
“Tidak mungkin kita menuntut mereka berprestasi kalau kesejahteraannya tidak diperhatikan. Beberapa atlet peraih emas bahkan mulai ingin keluar karena merasa tidak nyaman,” jelas Alsiyus.
Alsiyus menilai ke depan KONI membutuhkan figur pemimpin yang mampu membangun komunikasi baik dengan pemerintah daerah agar persoalan olahraga dapat diselesaikan bersama.
Sementara pengurus Persatuan Lawn Tenis (Pelti) Kubar Miranda mengungkapkan keterbatasan anggaran juga dialami cabornya. Proposal sebesar Rp75 Juta yang diajukan pada 2025 hanya terealisasi Rp20 Juta. Anggaran itu digunakan memberangkatkan 11 atlet dan ofisial ke Samarinda. Kekurangan biaya akhirnya ditutupi secara swadaya oleh tim.
Bupati Frederick Edwin pun menerima langsung penyampaian mosi tidak percaya dari mayoritas cabor. Dari total 31 cabang olahraga aktif di Kubar, sebanyak 27 telah menyampaikan sikap resmi.
Frederick mengapresiasi langkah para pengurus cabor yang menyampaikan aspirasi secara terbuka demi kemajuan olahraga daerah menjelang Porprov Kaltim 2026.
Secara pribadi, ia meminta Agus Hermawan bersikap bijaksana dengan mengundurkan diri demi kemajuan olahraga daerah.
“Demi perkembangan olahraga di Kubar, saya meminta dengan hormat Ketua KONI sekarang untuk mengundurkan diri,” tegasnya.
Agus Hermawan sendiri sebelumnya menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari cabor dan menyebut dinamika organisasi merupakan hal positif untuk mendorong perbaikan. “Dinamika seperti ini bagus, suatu hal yang positif dan memacu kami untuk lebih baik lagi,” ujarnya.
Agus berjanji membuka ruang komunikasi lebih luas dengan seluruh cabor serta melakukan evaluasi internal demi kemajuan olahraga Kubar.
Editor: Aspian Nur